SAMPAIKAN SALAM SAYANGKU (I)

 

foto: Hippopx


“Kay, ayo cepat! Keburu filmnya mulai” ujar Ronald sambil menggandeng dan agak menyeret tangan Kayla, kekasihnya.

“Iya iyaa... tenang dikitlah, masih ada waktu 30 menit sebelum filmnya mulai,” ujar Kayla sambil berusaha menahan tangannya untuk memperlambat langkah Ronald. “Ron, makan dulu yuk. Perutku sudah mulai teriak-teriak minta diisi nih,” lanjut Kayla manja sambil berusaha menenangkan perutnya dengan cara mengelus-elusnya.

“Lah bukannya buru-buru malah minta makan nih Tuan Putri,” ujar Ronald gemas sambil mencubit lembut pipi Kayla. “Beli makan di kafe bioskop aja, jadi bisa sekalian menonton film sambil makan,” Ronald memberi ide.

“Enggak mau, makanan di kafe bioskop itu sudah mahal banget, rasanya juga biasa aja. Sekarang makan dulu aja sebelum masuk ke bioskop ya? Yaaa?” Kayla merajuk, bergelayut manja di bahu Ronald sambil dengan gigih merayu, karena dia sudah benar-benar kelaparan.

“Baiklah, kalau begitu kita langsung ke pujasera dulu yuk. Beli burger dan kentang goreng biar praktis dan gampang makannya, ya?” Ronald kembali memberi ide.

“Yuklah cus,” ujar Kayla penuh semangat sambil menyeringai lebar.

Mereka pun bergandengan tangan berjalan menuju ke arah pujasera. Sesampainya di sana, mereka melihat sekeliling untuk mencari meja yang kosong. Setelah ketemu, Kayla langsung duduk dulu menjaga meja agar tidak ditempati orang lain. Sementara Ronald menuju gerai makanan cepat saji untuk membeli burger, kentang goreng dan minuman.

“Mitha, kamu sudah datang dari tadi?” tiba-tiba saja seorang lelaki menyapa dan duduk di hadapan Kayla.

Tentu saja Kayla terkejut, apalagi yang menyapa seseorang yang tidak dikenalnya. “Bu... bukan, aku bukan Mitha. Kakak salah menyapa orang,” jawab Kayla tergagap.

“Paramitha Soesilo, teruskan saja kamu menjahiliku,” ujar lelaki ini sambil tertawa geli.

“Paramitha Soesilo? Kakak kenal dengan Mamaku?” Kayla bertanya dengan dahi mengernyit keheranan sambil membatin, memang sih banyak orang yang mengatakan bahwa wajahku sama persis dengan wajah Mama, tapi kan aku masih muda sedangkan Mama sudah tua. Tidak masuk akal bila orang tidak bisa membedakan aku dengan Mama.

Lelaki di depan Kayla itu malah tertawa terbahak-bahak, kemudian ia mengerlingkan matanya sambil berujar “Baiklah anak cantik, sampaikan salam sayangku pada Mamamu, ya?” 

“Kay, maaf ya menunggu lama, antriannya panjang. Makan yuk cepatan, waktunya sudah tinggal 15 menit nih,” tiba-tiba saja Ronald sudah ada di samping Kayla, datang tergopoh-gopoh sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman.

Kayla menoleh cepat ke arah Ronald, apa-apaan sih orang-orang ini, hanya dalam waktu 15 menit, mereka sudah dua kali membuatku terkejut. Padahal ini masih belum menonton film Annabelle tapi sudah pemanasan dibuat terkaget-kaget terdahulu, kata Kayla dalam hati. Kemudian dia menghela napas panjang dan kembali menoleh ke arah depan untuk melanjutkan percakapan dengan teman mamanya. Tetapi ternyata lelaki itu sudah tidak ada di hadapannya, ah mungkin karena dia melihat Ronald datang dan tidak mau mengganggu acara kami makan maka dia pergi, pikir Kayla.

"Ada apa Kay? Kamu mencari siapa?" tanya Ronald yang melihat pandangan mata Kayla seperti sedang mencari seseorang.

"Oh tadi ada teman Mama datang menyapa, tapi sekarang orangnya sudah pergi. Kita makan saja yuk," jawab Kayla.

Mereka pun langsung menikmati makan kilat demi bisa tepat waktu menonton film Annabelle, kan tidak seru kalau menonton film horor tidak mulai dari awal.

BERSAMBUNG 



Evi Widjaja
Surabaya, 10 November 2020

Komentar

  1. Hallo Mbak Evi.. Idenya menarik nih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Kak Anastasia, terima kasih ya πŸ˜ŠπŸ™πŸ»

      Hapus
  2. Jadi penasaran lanjut ceritanya 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asiikk πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»
      Selamat menikmati ceritanya Kak 😊

      Hapus
  3. Siapa ya laki-laki itu? Ditunggu lanjutannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap Kak, selamat menikmati lanjutannya.
      Terima kasih sudah mampir πŸ˜ŠπŸ™πŸ»

      Hapus
  4. Sudah baca belum komen,, terlalu sayah!
    Profile "pria" yg tergambar jadi menarik buatku, mbak Evi .. hihihi ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asiikk.. Terima kasih Kak Ria πŸ˜ŠπŸ™πŸ»

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer